Desa Ketanen

Kec. Panceng
Kab. Gresik - Jawa Timur

Artikel

SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA BUMDES SEJAHTERA KETANEN

PEMDES KETANEN

10 Desember 2025

159 Kali dibuka

Latar Belakang

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sejahtera Desa Ketanen merupakan lembaga usaha yang  desa yang dibentuk oleh Pemerintah Desa Ketanen pada tahun 2018 sebagai salah satu instrumen strategis dalam mewujudkan kemandirian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pembentukan BUMDes ini merupakan wujud implementasi dari amanat Undang-Undang Desa yang mengharuskan desa mampu mengelola potensi serta asetnya secara mandiri dan berkelanjutan, sehingga dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Sebagai entitas resmi milik desa, BUMDes Sejahtera diberi kewenangan untuk mengelola berbagai kegiatan ekonomi yang ada di Desa Ketanen. Wewenang tersebut diatur dalam Peraturan Desa Ketanen serta dituangkan secara rinci dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) BUMDes, yang menjadi pedoman dalam menjalankan operasional, pengelolaan usaha, hubungan dengan pemerintah desa, serta mekanisme pertanggungjawaban. Dengan adanya dasar hukum yang kuat, BUMDes diharapkan mampu menjalankan kegiatan usaha secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Pendirian BUMDes Sejahtera berorientasi pada tujuan utama, yaitu meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) dan memperluas akses ekonomi bagi masyarakat. Melalui pengelolaan unit usaha yang berbasis potensi lokal, BUMDes berperan sebagai mediator sekaligus penggerak ekonomi desa. Kegiatan yang dijalankan tidak hanya berfokus pada peningkatan pendapatan desa, tetapi juga membuka peluang kerja, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam aktivitas ekonomi produktif, dan memperkuat daya saing usaha lokal.

BUMDes Sejahtera berkomitmen menjalankan prinsip tata kelola yang baik (good village governance). Oleh karena itu, setiap akhir tahun anggaran, BUMDes berkewajiban menyusun dan menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban kepada Pemerintah Desa Ketanen. Penyampaian laporan ini merupakan bentuk transparansi dan akuntabilitas publik agar desa dan masyarakat dapat menilai sejauh mana efektivitas pengelolaan usaha serta keberlanjutan program yang dijalankan. Laporan ini juga menjadi dasar evaluasi dalam pengembangan unit usaha di tahun-tahun berikutnya, sehingga pengelolaan BUMDes dapat terus mengalami peningkatan dan perbaikan.

Keberadaan BUMDes Sejahtera menjadi simbol perubahan pola pikir ekonomi desa dari yang semula bersifat konsumtif menjadi produktif. Dengan memanfaatkan sumber daya yang ada—baik sumber daya manusia maupun ekonomi lokal—BUMDes hadir sebagai motor penggerak dalam pembangunan desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong terwujudnya desa yang mandiri dan berdaya saing. Melalui tata kelola yang berorientasi pada inovasi dan pemberdayaan, BUMDes Sejahtera Desa Ketanen diharapkan dapat berkembang menjadi lembaga usaha desa yang modern, mampu menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, serta menjadi pusat pertumbuhan ekonomi desa yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

 

SWOT Unit USaha

1. Unit Usaha: Retribusi Pasar Desa

Retribusi pasar desa merupakan salah satu sumber pendapatan yang dihasilkan dari penyewaan lapak dan penarikan retribusi harian terhadap pedagang. Kondisi pasar yang cenderung sepi menyebabkan fluktuasi pendapatan dari Rp 1.600.000 hingga Rp 2.150.000 per bulan.

Analisis SWOT

  • Strength:

- Pasar desa sudah memiliki fasilitas lapak dan lokasi strategis.

- Biaya retribusi terjangkau bagi pedagang.

  • Weakness:

- Minat pedagang dan pembeli rendah.

- Kurangnya daya tarik pasar dan sarana pendukung yang memadai.

  • Opportunity:

- Potensi peningkatan aktivitas dagang dengan event atau promosi.

- Kolaborasi dengan UMKM desa untuk mengisi lapak.

  • Threat:

- Persaingan dengan pasar desa lain yang lebih ramai.

- Penolakan pedagang terhadap masuknya pedagang luar.

2. Unit Usaha: Retribusi Tagihan Listrik

BUMDes menjadi perantara pembayaran tagihan listrik melalui kerjasama dengan pihak ketiga. BUMDes mendapatkan keuntungan dari biaya jasa Rp 1.500 – Rp 2.000 setiap transaksi. Pengembangan usaha terhambat karena belum memiliki modal untuk melakukan transaksi langsung ke bank tanpa pihak ketiga.

Analisis SWOT

  • Strength:

- Kebutuhan pembayaran listrik bersifat rutin setiap bulan.

- Sistem berjalan dan memberikan pendapatan untuk BUMDes.

  • Weakness:

- Tergantung pada pihak ketiga dalam transaksi.

- Keuntungan kecil karena modal terbatas.

  • Opportunity:

- Apabila BUMDes memiliki modal transaksi sendiri, keuntungan dapat meningkat dua kali lipat.

  • Threat:

- Masyarakat dapat langsung membayar melalui kanal digital PLN.

3. Unit Usaha: Pangkalan LPG 3kg

Pangkalan LPG BUMDes Ketanen berperan dalam memastikan distribusi LPG subsidi 3 kg kepada masyarakat. Modal tabung saat ini hanya 50 tabung (pinjaman distributor), sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan pasar.

Analisis SWOT

  • Strength:

- LPG merupakan kebutuhan pokok rumah tangga.

- BUMDes memiliki izin dan jaringan distribusi resmi.

  • Weakness:

- Jumlah tabung sangat minim.

- Tidak memiliki armada distribusi.

  • Opportunity:

- Potensi peningkatan laba jika BUMDes memiliki tabung dan armada sendiri.

  • Threat:

- Pangkalan lain bisa mengambil pelanggan karena mampu mengantarkan tabung.

4. Unit Usaha: Penyewaan Kios Lapangan Sono

Kios Lapangan Sono berjumlah 7 unit, dan saat ini rata–rata terisi 6 lapak aktif. Namun aktivitas perdagangan masih sepi sehingga kurang menarik bagi penyewa.

Analisis SWOT

  • Strength:

- Lokasi kios berada di area publik (lapangan desa).

- Jenis usaha di kios sudah bervariasi.

  • Weakness:

- Pengunjung sangat minim.

- Pendapatan penyewa tidak sebanding dengan biaya sewa.

  • Opportunity:

- Dapat dikembangkan menjadi area kuliner atau ruang publik (sentralisasi ekonomi).

  • Threat:

- Penyewa enggan melanjutkan sewa jika tidak ada peningkatan pengunjung.

5. Unit Usaha: Pujasera Pundut

Pujasera dibangun pada tahun 2021 sebagai pusat UMKM dan wisata kuliner desa. Namun aktivitas ekonomi tidak berkembang karena kurangnya sarana, promosi, serta fasilitas yang belum layak.

Analisis SWOT

  • Strength:

- Lokasi strategis dan berpotensi menjadi pusat kegiatan masyarakat.

- Lahan luas dengan potensi penataan sebagai pusat ekonomi kreatif.

  • Weakness:

- Fasilitas belum layak, seperti listrik dan drainase tidak memadai.

- Belum ada program pengembangan yang berkelanjutan.

  • Opportunity:

- Dapat dikembangkan menjadi pusat wisata desa dan ruang UMKM.

  • Threat:

- UMKM tidak tertarik jika pengunjung tetap rendah.

 

SARAN DAN REKOMENDASI MAHASISWA KKN

1) Digitalisasi Profil dan Promosi Usaha

a. Digitalisasi Profil BUMDes

Program:

  • Membuat dan mengelola halaman khusus BUMDes di website desa (visi–misi, struktur organisasi, unit usaha, laporan kegiatan).
  • Mengoptimalkan media sosial (Facebook, Instagram, WhatsApp Business) untuk promosi unit usaha.

Latar Belakang SWOT:

Unit Pujasera Pundut, Kios Lapangan Sono, dan Pasar Desa menunjukkan kelemahan utama pada promosi, sehingga minat pedagang dan pengunjung rendah. Padahal BUMDes memiliki kekuatan lokasi strategis dan fasilitas fisik yang sudah tersedia.

Rekomendasi:

1. Website BUMDes Terintegrasi

Menampilkan profil, visi misi, layanan LPG–Listrik, kios, pasar, dan laporan kegiatan.
➤ Tujuan: Transparansi & kepercayaan masyarakat meningkat.

2. Digitalisasi Promosi

Konten foto/video/testimoni tiap unit usaha diposting rutin oleh admin Medsos BUMDes.
➤ Tujuan: Meningkatkan jangkauan promosi & branding Pujasera dan kios.

3. Sistem Pelaporan Online

Menggunakan Google Form/Spreadsheet untuk mencatat retribusi pasar dan transaksi listrik secara real time.
➤ Tujuan: Mengurangi kehilangan data & meningkatkan akuntabilitas.

Keterkaitan SWOT:

l  Memanfaatkan Strength: Lokasi strategis → dipromosikan melalui media sosial dan website.

l  Mengatasi Weakness: Unit yang sepi dipromosikan dengan konten digital.

l  Mengoptimalkan Opportunity: Tren digitalisasi desa & dukungan pemerintah.

l  Mengantisipasi Threat: Kehilangan data → sistem pelaporan online.

 

2) Pelatihan SDM (Sumber Daya Manusia)

a. Pelatihan Manajemen Usaha & Keuangan Digital

Program:

  • Pelatihan manajemen usaha dan pencatatan keuangan berbasis aplikasi (BukuKas, Excel, atau aplikasi BUMDes).
  • Pelatihan pelayanan dan komunikasi pelanggan untuk unit pasar, kios, LPG, dan listrik.

Latar Belakang SWOT:

Beberapa unit menghadapi kendala SDM terbatas dan pencatatan keuangan yang belum rapi. Pengelola juga membutuhkan kemampuan pelayanan publik yang lebih baik.

Rekomendasi:

1. Pelatihan Manajemen & Keuangan Digital

➤ Tujuan: Mengurangi kesalahan pencatatan & mempermudah laporan keuangan.

2. Pelatihan Pelayanan dan Komunikasi

Untuk pengelola LPG, listrik, kios, pasar

➤ Tujuan: Meningkatkan kepuasan & loyalitas pelanggan.

Keterkaitan SWOT:

l  Memanfaatkan Strength: Biaya sewa murah + lokasi strategis → sebagai nilai jual dalam promosi.

l  Mengatasi Weakness: Revitalisasi pasar/kios (kebersihan, pengecatan, penataan).

l  Mengoptimalkan Opportunity: Event pasar UMKM bulanan.

l  Menghadapi Threat: Kemitraan UMKM untuk menjaga pedagang tetap.

b. Diversifikasi Usaha

Program:

l  Pengembangan usaha baru berbasis potensi lokal (wisata desa, kuliner, hasil pertanian).

l  Revitalisasi unit usaha yang belum optimal (Pujasera, Kios, Pasar).

Latar Belakang SWOT:

Unit Pujasera, Kios, dan Pasar Desa mengalami penurunan aktivitas karena kurangnya inovasi usaha dan minimnya pengunjung.

Rekomendasi:

1. Revitalisasi Pujasera Pundut

Event kuliner mingguan, penambahan lampu, dekorasi, gazebo, dan kolaborasi dengan Karang Taruna.
➤ Tujuan: Meningkatkan aktivitas ekonomi UMKM lokal.

2. Optimalisasi Kios & Pasar Desa

Kios dapat dikembangkan menjadi food court, sentra UMKM, atau area nongkrong.
➤ Tujuan: Menarik pedagang & pengunjung baru.

3. Pengembangan Pangkalan LPG

Penambahan modal melalui pinjaman bergulir untuk membeli tabung & armada distribusi sendiri.
➤ Tujuan: Margin keuntungan lebih tinggi & tidak bergantung distributor.

Keterkaitan SWOT:

l  Strength: Kepercayaan masyarakat → promosi pembayaran aman di BUMDes.

l  Weakness: Kurang modal → ajukan tambahan modal operasional.

l  Opportunity: Tambah layanan multi-tagihan (PDAM, pulsa, internet).

l  Threat: Persaingan penyalur lain → gunakan QRIS BUMDes & layanan antar.

 

3) Kemitraan & Jejaring Usaha Baru

a. Pengembangan Usaha Baru

Program:

  • Kerja sama dengan UMKM, koperasi, dan lembaga pembiayaan mikro.
  • Business matching untuk memperluas pemasaran.

Latar Belakang SWOT:

Unit seperti LPG, listrik, kios, dan pasar masih memiliki kendala modal & ketergantungan pihak ketiga.

Rekomendasi:

1. Kemitraan Modal

Bekerja sama dengan KUR, koperasi, BPR, untuk tambahan modal.
➤ Tujuan: Mengurangi ketergantungan pihak ketiga.

2. Kerja Sama Distribusi

Kolaborasi dengan jasa transportasi lokal untuk distribusi LPG & logistik pasar.
➤ Tujuan: Mengurangi biaya operasional.

3. Business Matching UMKM

Produk UMKM dapat dipasarkan di kios & Pujasera.
➤ Tujuan: Meningkatkan jangkauan usaha BUMDes.

Keterkaitan SWOT:

l  Strength: BUMDes sebagai penyalur resmi LPG → tingkatkan branding.

l  Weakness: Modal kecil → usulkan tambahan modal & kendaraan distribusi.

l  Opportunity: Layanan antar LPG berbasis WhatsApp.

l  Threat: Pesaing pangkalan → sistem pelanggan tetap per RT.

 

4) Transparansi & Akuntabilitas

Program:

l  Publikasi laporan keuangan di website desa.

l  Penyusunan SOP pelaporan tiap unit usaha.

Latar Belakang SWOT:

Hampir semua unit belum memiliki sistem pelaporan terintegrasi, sehingga pengawasan publik kurang optimal.

Rekomendasi:

1. SOP Pelaporan Usaha

Pendapatan, pengeluaran, aset, dan kegiatan unit usaha.
➤ Tujuan: Menjamin keteraturan administrasi.

2. Publikasi Laporan Keuangan Berkala

Dipublikasikan setiap triwulan di website & papan informasi desa.
➤ Tujuan: Meningkatkan kepercayaan publik.

3. Audit Internal

Minimal dua kali setahun oleh tim pengawas desa.
➤ Tujuan: Menghindari penyalahgunaan dana & meningkatkan kredibilitas.

Keterkaitan SWOT:

l  Strength: Tingginya permintaan jasa/produk dapat mendukung stabilitas pendapatan.

l  Weakness: Status lahan tidak jelas → benahi administrasi aset.

l  Opportunity: Aset yang jelas → rencana bisnis jangka panjang.

l  Threat: Hindari sanksi dengan pengelolaan legal & transparan.

 

5) Pelibatan Masyarakat dalam Pengawasan & Promosi

Program:

l  Partisipasi warga dalam pengawasan dan saran BUMDes.

l  Melibatkan Karang Taruna dalam promosi dan event.

Latar Belakang SWOT:

Unit usaha sepi karena minim kegiatan & kurangnya partisipasi masyarakat.

Rekomendasi:

1. Program Partisipatif BUMDes–Warga

Contoh: agen pembayaran listrik, LPG, atau pengelola kios.
➤ Tujuan: Rasa memiliki & membuka lapangan kerja.

2. Peran Karang Taruna & PKK

Karang Taruna untuk promosi digital dan event kios/pasar, PKK untuk produk kuliner di Pujasera.
➤ Tujuan: Menambah aktivitas ekonomi desa.

3. Kegiatan Rutin di Area Usaha

Event olahraga, seni, dan UMKM di Lapangan Sono & Pujasera.
➤ Tujuan: Menambah traffic pengunjung.

Keterkaitan SWOT:

l  Strength: Lokasi kios dekat lapangan → cocok untuk event rutin.

l  Weakness: Penyewa sepi → berikan penyesuaian sewa sementara.

l  Opportunity: Branding “Sentra Kuliner & UMKM Lapangan Sono.”

l  Threat: Kolaborasi BUMDes–Karang Taruna untuk menjaga keberlanjutan kegiatan.

 

Komentar yang terbit pada artikel "SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA BUMDES SEJAHTERA KETANEN"

Kirim Komentar

Nama
Telp./HP
E-mail

Komentar

Captha

Komentar Facebook

Aparatur Desa

Kepala Desa

MAT ROFIK, S.Ag

Sekretaris Desa

MUHAMMAD YANI, S.E

KAUR KEUANGAN

ERNA MAWADDATURROHMAH, S.Pd

KAUR PERENCANAAN

YAHYA, S.Pd

KAUR TU DAN UMUM

JUMINTO

KASI PELAYANAN

ALI MUHAJIR

KEPALA DUSUN SONO

AHMAD FATIH, S.Pd

KEPALA DUSUN LEMAHIRENG

NUR SHODIQ, S.AG

KASI KESRA

MOHAMMAD REFINDA ADITYA SALSABILA

KASI PEMERINTAHAN

MOH. FATIKHUDIN, S.Pd

Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri

Desa Ketanen

Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur

Sinergi Program

Media Sosial

Statistik Pengunjung

Hari ini:222
Kemarin:293
Total:56.319
Sistem Operasi:Unknown Platform
IP Address:162.159.114.4
Browser:Mozilla 5.0

Lokasi Kantor Desa

Latitude:-6.917672025957571
Longitude:112.45277166366577

Desa Ketanen, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik - Jawa Timur

Buka Peta

Wilayah Desa